Sejarah Desa

Desa Singopuran Kecamatan Kartasura di pimpin oleh Kepala Desa bernama Slamet Sudiyono.

Berikut Sejarah Desa Singopuran :

Keberadaan Desa Singopuran tidak dapat dilepaskan dari masa Kerajaan Kartasura sekitar tahun 1680 sampai dengan 1742 . Dengan telah runtuhnya Kerajaan Mataram di Yogyakarta , maka Sunan Amangkurat I beserta keluarganya melarikan diri kearah utara termasuk puteranya yaitu Raden Mas Rahmat , sampailah di hutan Wanakarta. Dalam pelarian tersebut akhirnya Sunan Amangkurat I meninggal dunia. Namun beliau telah mengangkat putera mahkota yaitu Raden Mas Rahmat sebagai Sunan Amangkurat II dan mendirikan kerajaan di bekas hutan Wanakarta dengan nama Kartasura. Sunan Amangkurat II ini adalah satu-satunya raja yang memakai pakaian kebesaran berupa jas dan dasi, maka sering disebut sebagai Sunan Amral dalam bahasa Belanda : Admiral.

Sunan Amangkurat II ini memerintah dari tahun 1688 – 1703. Dalam masa pemerintahannya terjadi banyak pemberontakan-pemberontakan  , diantaranya adalah pemberontakan Trunojoyo. Dalam menangani pemberontakan Trunojoyo tersebut , Sunan Amangkurat II meminta bantuan kepada VOC/Kumpeni. Dengan konsekuensi VOC bebas melakukan perdagangan di wilayah pantai utara. Akhirnya Trunojoyo dapat ditumpas, namun Kerajaan Kartasura menanggung hutang untuk biaya perang   yang cukup besar.

Dengan menanggung hutang yang cukup besar, maka Sunan Amangkurat II mau tidak mau , suka tidak suka harus bekerja sama dengan VOC, sehingga keputusan-keputusan sering diintervensi oleh VOC. Hal tersebut membuat beberapa punggawa Kerajaan Kartasura yang tidak senang dengan hal tersebut, salah satunya adalah Patih Nerangkusuma. Patih Nerangkusuma berusaha memberi masukan kepada Sunan Amangkurat II untuk menghindari  kerja sama dengan VOC, namun tidak dipakai.

Pada tahun 1685 Patih Nerangkusuma menerima Untung Suropati yang merupakan pemberontak, untuk berlindung di rumahnya. Mengetahui keberadaan salah satu orang yang dicari oleh VOC, maka VOC segera mengirimkan pasukan dibawah komando Kapitan Tack dari Semarang untuk menumpas Untung Suropati. Mengetahui adanya pengiriman pasukan VOC , maka Patih Nerangkusuma bersama Untung Suropati  segera menghadap ke Sunan Amangkurat II untuk memohon maaf, dan setelah terjadi pembicaraan yang cukup lama, maka Sunan Amangkurat II memberi maaf kepada Patih Nerangkusuma dan Untung Suropati. Dalam bahasa jawa orang memberi maaf adalah SING NGAPURO. Tidak berapa lama Kapitan Tack beserta pasukannya telah sampai di Kartasura, Untung Suropati beserta pengikutnya segera keluar dari keraton Kartasura kearah utara , disuatu tempat tersebut terjadilah peperangan yang cukup sengit dan akhirnya Kapitan Tack dan pasukannya dapat dikalahkan dan dibunuh oleh Untung Suropati. Tempat berlindungnya Untung Suropati dan pengikutnya , serta tempat terbunuhnya Kapitan Tack tersebut adalah SINGOPURAN, berasal dari kata SING APURO.

Banyak situs-situs peninggalan dari bekas jaman kerajaan Kartasura yang berada di Desa Singopuran, salah satunya adalah masih berdirinya Beteng Singopuran di Singopuran RT.03 RW.02. Kemudian dari nama-nama dukuh yang ada di Desa Singopuran adalah merupakan bekas tempat tinggal para petinggi Kerajaan Kartasura, diantaranya   adalah Dukuh Notosuman merupakan tempat tinggal petinggi bernama NOTOKUSUMO, kemudian Dukuh Pringgolayan merupakan tempat tinggal petinggi kerajaan bernama PRINGGOLOYO, kemudian ada Dukuh Purbayan tempat tinggal Pangeran PURBOYO.

Sejarah Pemerintahan Desa

Secara lebih terperinci ,dibawah ini adalah Sejarah Pimpinan Pemerintahan Desa Singopuran :

  1. Bapak Sastro Suradiyo
  2. Bapak M Toto Sarjono                                  1985
  3. Bapak Dwi Putranto                                      1986
  4. Bapak Suyadi                                          1986   –    1988
  5. Bapak Drs Kasimin Siswo Raharjo     1988  –   2005
  6. Bapak Djoko Purnomo                         2005   –   2006
  7. Bapak Slamet Sudiyono                       2006   –    2018

Link Tekait